Wasiat Kekasih





Hey kekasihku, dimana diri-Mu?
Aku merindukan-Mu
Suatu saat aku tidak sanggup bangkit
Walaupun bumi berteriak
Suara pun hampir serak
Terngiang - ngiang suara-Mu dihatiku

    Alam barzah sudah menungguku
    Apa kah aku mempunyai uang saku?
    Teman ku bukanlah buku
    Cacing, belatung adalah temanku
    Aku tak tahu harus bagaimana?
    Apa bumi harus melompatiku?

Seeloknya kamu dimuka bumi
Tak ada lagi yang membantu semua ini
Tak ada gunanya lagi
Waktu telah menghilang dan pergi
Mungkin aku akan bertemu-Nya kembali
Aku hanya menyampaikan wasiat kekasihku ini
 
 




Artikel Terkait

This Is The Oldest Page