Bintang Bernyanyi



Membahagiakan seseorang lebih mulia
Daripada membeli harta berlogam mulia
Pantaskah kita bertanya sudah naik haji
Pertanyaan itu akan terlihat keren dan suci
Kenyataan tersebut akan terlihat paling jiji
Semata - mata hanya ingin dipandang tinggi
Ku sembah mata hidup yang terbelakangan
Alangkah indahnya bintang - bintang bernyanyi
Kegoisan duniamu yang harus dikesampingkan
Belajar menghargai orang - orang sekitarmu lagi

Wasiat Kekasih





Hey kekasihku, dimana diri-Mu?
Aku merindukan-Mu
Suatu saat aku tidak sanggup bangkit
Walaupun bumi berteriak
Suara pun hampir serak
Terngiang - ngiang suara-Mu dihatiku

    Alam barzah sudah menungguku
    Apa kah aku mempunyai uang saku?
    Teman ku bukanlah buku
    Cacing, belatung adalah temanku
    Aku tak tahu harus bagaimana?
    Apa bumi harus melompatiku?

Seeloknya kamu dimuka bumi
Tak ada lagi yang membantu semua ini
Tak ada gunanya lagi
Waktu telah menghilang dan pergi
Mungkin aku akan bertemu-Nya kembali
Aku hanya menyampaikan wasiat kekasihku ini